Pages

Senin, 30 Maret 2015

Waking Up in the Daylight


10:39 AM

Aku terbangun di atas kasurku karena bau aneh mengghinggapi penciumanku hingga merasuk ke dalam mimpiku barusan. Aku baru saja bermimpi berada di tengah tumpukan sampah basah yang mulai membusuk. Aroma busuknya sangat menyengat dan terasa begitu nyata. Baru ku sadari setelah terbangun bau itu berasal dari kimci ramyeon semalam yang ku tinggal.

Tanganku mencari-cari seonggok ponsel 2G yang sebelumnya aku yakin ada di samping ku sebelum tertidur. Ternyata kakiku yang menemukannya. Terpaksa harus ku angkat tubuh ku untuk mengambilnya.

Sialan. Sudah hampi tengah hari.

Aku bukannya tidur sepanjang hari seperti beruang yang hibernasi di musim dingin. Aku hanya tidur selama 5 jam, seperti orang normal. Hanya rotasinya saja yang berbeda.

Segera kuangkat tubuhku untuk mencari botol air yang masih tersisa beberapa teguk. Tetesan terakhir. Aku mengerjapkan mata seperti yang orang normal lakukan saat bangun tidur. Membiasakan pupil untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata. Walaupun cahaya di ruangan ini tidak ada bedanya dengan malam hari. Gelap.

Aku kembali mencium aroma dari kimchi ramyeonku semalam. Tidak sebau yang di mimpi. Kucicipi sedikit kuah dingin dari ramyeon yang sudah mengembang itu. Hmm... Tidak terlalu buruk. Tapi berhasil membuatku ingin meneguk air kembali setelah kusadari tetesan terakhir sudah lebih dulu masuk ke tenggorokanku.

Hah. Tak ada air. Tak ada makanan.

Dengan segera aku menghidupkan lagi laptopku yang juga baru lima jam tertidur setelah menyala terus-terusan beberapa puluh jam terakhir. Aku membuka akun bank ku dan mengecek saldo rekeningku. Hanya tinggal 2400 won, sialan. Bahkan kuambil pun tidak bisa.

Aku bergegas mandi. Walaupun hari ini sudah ku putuskan tidak akan kemana-mana, tapi aku ingin mandi. Setelah itu membersihkan piring-piring yang beberapa hari ini kupakai. Lalu aku teringat kimchi ramyeon ku yang sudah dingin dan mengembang.

Ah... Biar kupanaskan saja.

Kunyalakan api kompor dan menaruh panciku di atasnya. Hmm. Aroma fermentasinya sudah semakin kuat. Aku melihat kaleng kecil di sudut dapur. Kaleng itu berisi uang receh untuk keperluan mendadak. Sebenarnya bukan uang ku. Itu uang iuran dari beberapa penghuni yang tinggal di sini. Aku yang sedang bertugas menyimpannya.

Tidak kusadari, aku telah memandangi kaleng itu cukup lama hingga ramyeonku mendidih. Segera kumatikan apinya dan akan kubawa lagi ke kamarku. Kaleng itu kemudian menarik perhatianku lagi.

Persetan! Aku juga butuh uang untuk hidup.

Aku mengambil beberapa lembar yang sekiranya cukup untuk membeli air minum. Aku janji akan ku kembalikan eonni-deul.

Jaket ku ambil dan segere berlari ke minimarket terdekat. Panas, terik, semakin membuatku semakin haus. Setelah mengambil beberapa botol air minum, aku pulang lagi dengan berlari pulang. Segera minum beberapa teguk air. Lalu kembali kehadapan laptop.

MV EXO sudah dirilis, saat waktuku tertidur. Sial, aku kecolongan!


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar